Reoni + Sahabat = Cinta

Beberapa kali aku sempat ngobrol dengan beberapa sahabat ``SUNSER´´ lewat media internet, di YM maupun di jejaring sosial, Facebook. Mereka ada yang memang kukenal sebelumnya, dan ada juga yang kukenal lewat dunia maya. Sesekali kadang mereka menanyakan sesuatu, ``Btw, ibrims gak ikut reuni ta?´´, begitulah kadang mereka bertanya lewat media elektronik ini. Aku tidak tahu apakah pertanyaan seperti itu hanya sebagai basa basi saja, atau hanyalah sebuah pertanyaan retoris belaka, pertanyaan yang dulu kuketahui di pelajaran Bahasa Indonesia, adalah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban. Ah sudahlah, semua itu tidak penting bagiku, Karena aku yakin sebagian mereka pun tentu pasti tahu kalau aku tidak mungkin bisa menghadiri acara reuni akbar ini.
Sungguh kalau berbicara keinginan, pastinya aku ingin banget menghadiri acara kumpul-kumpul seperti ini. Karena bisa berkumpul bersama kalian merupakan sebuah kebahagian tersendiri bagiku. Tapi, ya itulah kawan, maksud hati sebenarnya ingin banget memeluk gunung (apa lagi meluk kalian he.. ^_^), sayangnya lenganku terlalu pendek. Yah, inilah aku, aku dengan segala keterbatasanku, untuk itu aku rasa tidak usah kujelaskan panjang lebar kenapa aku tidak bisa menghadiri reuni ini, karena sebagai mahluk yang bisa berfikir aku yakin kalian pasti tahu kenapa aku tidak bisa menghadiri reuni kali ini.
Tapi walaupun demikian, sebisa mungkin aku ingin berbagi walau hanya sekedar sapa lewat media elektronik ini, karena hanya inilah yang bisa aku lakukanan saat ini. Karena hanya inilah kemampuanku untuk ikut memeriahkan reuni ini. Dan karena hanya lewat inilah aku bisa berbagi, berbagi cerita tentang arti sahabat, karena pada diri kalianlah kutemukan arti seorang sahabat. Arti yang tidak kutemukan pada sahabat maupun benda yang lain.
Mungkin ada yang bertanya, apa sih arti kalian bagiku?. Terus terang saja, mungkin kalau memang benar ada pertanyaan seperti itu berkecamuk di kepala kalian, aku hanya bisa meminta maaf, karena aku sendiri tidak bisa menjawabnya. Entah kenapa, yang jelas bagiku kalian seperti mentari, mentari yang senantiasa kan menari, sementara yang lain hanyalah sebatas pelangi.
Ngomongin sahabat tanpa ngomongin cinta gak asik kali ya?. Ups, pasti kalian berpikir, cinta lagi-cinta lagi. Lagi-lagi cinta. Apa sih cinta? Terus apa sebenarnya hubungan reoni, sahabat, dan cinta? Maaf kawan, mungkin kalian berfikir ini adalah rumus berbahaya yang lebih mematikan dari rumus yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki.
Tidak usahlah kau risaukan itu, aku hanya teringat sebuah kata-kata di dalam sebuah film yang pernah saya tonton, (kebanyakan nonton kali ya…he.. :)). ``Kalau saya tidak bisa bersahabat dengannya, berarti saya tidak bisa mencintainya´´, begitulah samar-samar kuingat kata-kata itu. terlepas dari benar tidaknya ungkapan ini, yang jelas saya rasa cinta dan persahabatan memang tidak dapat dipisahkan. Ibarat taman cinta adalah bunganya. Ibarat bunga sahabat adalah tangkainya. Untuk itu, aku sangat berbahagia sekali karena saya diberi kesempatan untuk bisa bersahabat dengan kalian. Dengan begitu, walau kini jarak telah memisahkan aku dan kalian, tapi aku selalu merasa dekat, karena ada cinta diantara kita semua.
Terima kasih sahabat..
Terima kasih cinta..
Akhirnya, aku hanya bisa berdoa dan berharap semoga kita semua tetaplah seperti ``sang surya, kita pun bercahaya´´.
Nasr City, 27-02-2010 M
This entry was posted on 22.22
and is filed under
Imam Bukhori Muslim
.
You can follow any responses to this entry through
the RSS 2.0 feed.
You can leave a response,
or trackback from your own site.
0 komentar:
Posting Komentar